Home » Audit

Category Archives: Audit

Perbedaan Audit Operasional, Audit Keuangan, Audit Mutu yang dilakukan oleh Internal Audit

Banyak dari kita bertanya “apakah perbedaan antara audit operasional, audit keuangan dan audit mutu yang dilakukan oleh Internal Audit?”, dari beberapa karakteristik yang ada kita dapat membedakan antara ketiga jenis audit tersebut antara lain :

  • Tujuan, tujuan dari audit keuangan adalah pemberian opini atas hasil laporan keuangan dan mereview internal control perusahaan yang terkait dengan keuangan perusahaan; Audit operasional bertujuan untuk memperbaiki kinerja; Audit mutu bertujuan mereview prosedur perusahaan supaya pelayanan terhadap pelanggan dapat memadai dan kepuasan pelanggan dapat tercapai sesuai dengan prinsip ISO.
  • Ruang Lingkup, ruang lingkup audit keuangan adalah catatan dari keuangan perusahaan; Ruang lingkup audit operasional adalah aktivitas operasi dari perusahaan; Ruang lingkup dari audit mutu adalah prosedur dan dokumen yang digunakan perusahaan.
  • Keterampilan Dasar, dalam audit keuangan keterampilan dasar yang harus dimiliki auditor adalah dalam bidang keuangan (accounting), legal, risk management dan ISO serta berbagai disiplin ilmu lainnya; Audit operasional menuntut ketrampilan pemahaman atas proses bisnis dan kegiatan operasional perusahaan. Audit mutu menuntut pemahaman atas prosedur proses bisnis perusahaan dan klausul ISO.
  • Orientasi Waktu, dalam audit keuangan kegiatan audit yang dilakukan adalah melihat dari kegiatan yang telah dilakukan masa lalu dan melihat resiko di masa yang akan datang; Audit operasional lebih melihat ke arah kegiatan yang telah dilakukan agar lebih baik dimasa depan; Audit Mutu hanya melihat prosedur yang berlaku pada saat ini saja.
  • Waktu Pelaksanaan Audit, dalam audit keuangan, minimal waktu pelaksanaan audit adalah 2(dua) minggu dan dapat melebihi dari waktu tersebut bila terdapat temuan yang harus dikembangkan; Audit operasional dapat dilaksanakan lebih dari 2(dua) hari dan dapat melebihi apabila terdapat temuan lainnya; Audit mutu dapat dilaksanakan maksimal 1(satu) hari dan tidak boleh mengembangkan temuan lainnya diluar dari yang diaudit.
  • Pelanggan, hasil dari audit keuangan biasanya diperuntukkan bagi stakeholder (pemegang saham, regulator, government, pihak internal perusahaan dan lain-lain); Hasil dari audit operasional biasanya diperuntukkan bagi internal manajemen; Audit mutu diperuntukkan untuk kepentingan internal manajemen dan principal/supplier serta kepentinagn sertifikasi dari ISO.
  • Opini, untuk audit keuangan pemberian opini dari hasil audit adalah mandatory (wajib) dan memberikan rekomendasi atas perbaikan internal kontrol; Untuk audit operasional pemberian rekomendasi dan pemberian opini atas hasil audit adalah diberikan bila perlu; Untuk audit mutu adalah pemberian kategori atas temuan audit (observasi, minor, major).
  • Hasil Audit, hasil audit dari audit keuangan adalah pemberian opini atas laporan keuangan, pemberian resiko yang akan dihadapi manajemen dan pemberian rekomendasi atas perbaikan internal kontrol; Hasil audit dari audit operasional adalah pemberian rekomendasi kepada manajemen; Hasil dari Audit Mutu adalah permintaan dateline perbaikan atas temuan dan tindakan pencegahan yang harus dilakukan.
  • Fokus Audit, fokus audit keuangan adalah kewajaran atas laporan keuangan dan internal kontrol perusahaan dalam meminimalisasi resiko yang terjadi; Fokus audit operasional adalah perbaikan aktivitas operasional perusahaan; Fokus Audit Mutu adalah kepuasan pelanggan dan perbaikan prosedur perusahaan.
  • Ukuran Keberhasilan, keberhasilan atas audit keuangan adalah pemberian opini atas laporan keuangan dan rekomendasi atas perbaikan internal kontrol perusahaan serta jumlah konsultasi yang diberikan dalam rangka perbaikan yang dilakukan oleh auditee; Ukuran keberhasilan audit operasional adalah tindak lanjut atas rekomendasi yang telah dibuat; Ukuran keberhasilan dari audit mutu adalah ketepatan tenggat waktu atas perbaikan yang dilakukan oleh auditee terhadap temuan audit auditor.
Demikian beberapa perbedaan antara audit keuangan, audit operasional dan audit mutu yang dilakukan oleh Internal Audit. Semoga bermanfaat!
Referensi : Berbagai sumber audit

Peran Audit Internal dalam Investigasi Kecurangan

” Jika Anda meng-hire saya untuk menangkap fraudster, ada kemungkinan Anda telah salah orang”, demikian kisah seorang tokoh audit internal Indonesia menceritakan interview dalam rekrutmen auditor internal yang pernah dialaminya. Demikianlah kenyataannya, banyak pihak mempersepsi aktivitas audit internal adalah pihak yang paling bertanggung jawab untuk menangkap pelaku kecurangan (fraud). Padahal, auditor internal tidak lah sama dengan investigator ataupun fraud examiner.

Masih banyak Top Management yang bodoh menganggap bahwa keberhasilan Internal audit berdasarkan dari temuan ataupun mengungkapkan fraud yang terjadi di perusahaan. Top Management dalam perusahaan harus disadarkan dan diberitahukan bahwa Aktivitas Internal Audit tidaklah dapat menangkap pelaku kecurangan atau mengungkapkan kecurangan yang terjadi. Selain itu Top Management harus menyadari bahwa kecurangan yang terjadi diperusahaan dapat diminimalisasi oleh internal control yang dilakukan oleh atasan dari pelaku fraud tersebut dan juga menyadari atas perubahan-perubahan sosio-economic dan tingkah laku dari pelaku fraud tersebut. Lantas, bagaimana sesungguhnya peran Aktivitas Audit Internal dalam investigasi kecurangan yang perlu dilakukan oleh organisasi?

Memang, banyak di dalam standar audit internal terakhir yang menghubungkan audit internal dengan kecurangan. Di dalam Standard 1200Proficiency and Due Professional Care, bahwa auditor internal harus memiliki pengetahuan yang cukup untuk mengevaluasi risiko terjadinya kecurangan serta mengevaluasi apa yang telah dilakukan organisasi untuk mitigasinya. Hal senada juga diatur dalam standard 2060Reporting to Senior Management and the BoardStandard 2120Risk Management, atau Standard 2210Engagement Objectives. Namun, sebagaimana ditegaskan dalam Standard 1200 tersebut, pengetahuan yang dibutuhkan dimaksud tidak dipersyaratkan pada tingkatan sebagaimana pengetahuan dan keahlian seseorang atau pihak yang tanggung jawab utamanya memang mendeteksi dan menginvestigasi kecurangan.

Sesuai dengan practice guide Internal Auditing and Fraud yang dikeluarkan oleh IIA bulan Desember 2009 lalu, peran Aktivitas Audit Internal dalam investigasi tidaklah kaku dan tidak tunggal. Aktivitas Audit Internal dimungkinkan untuk memikul tanggung jawab utama investigasi kecurangan dan dapat juga bertindak sekadar sebagai penyedia sumber daya untuk investigasi, atau sebaliknya, serta dapat tidak dilibatkan dalam investigasi karena harus bertanggung jawab untuk menilai efektivitas investigasi. Sebab lainnya adalah karena tidak memiliki sumber daya yang memadai untuk terlibat dalam investigasi. Apapun pilihannya, pertama sekali pilihan peran tersebut perlu didefinisikan lebih dahulu di dalam Piagam Audit Internal, kebijakan, serta prosedur terkait dengan kecurangan yang ditetapkan di dalam perusahaan.  Peran-peran yang berbeda tersebut dapat diterima sepanjang dampak dari pilihan-pilihan peran tersebut terhadap independensi aktivitas audit internal disadari dan ditangani dengan tepat.

Dalam hal Aktivitas Audit Internal diberikan peran utama untuk bertanggung jawab dalam investigasi kecurangan, maka harus dipastikan bahwa tim yang bertugas untuk itu memiliki keahlian yang cukup mengenai skema-skema kecurangan, teknik investigasi, ketentuan perundang-undangan dan hukum yang berlaku, serta pengetahuan dan keahlian lain yang dibutuhkan dalam investigasi. Tenaga staf yang diperlukan dapat diperoleh dari dalam (in-house), outsourcing, atau kombinasi dari keduanya.

Dalam beberapa kasus, audit internal juga dapat menggunakan staf nonaudit dari unit lain di dalam organisasi untuk membantu penugasan. Hal ini sering terjadi bila keahlian yang diperlukan beragam dan tim harus dibentuk dengan segera. Dalam hal organisasi membutuhkan ahli eksternal, CAE perlu menetapkan syarat-syarat yang harus dipenuhi lembaga penyedia sumber daya eksternal terutama dalam hal kompetensi dan ketersediaan sumber daya.

Tanggung jawab utama untuk fungsi investigasi tidak ditugaskan kepada Aktivitas Audit Internal namun Audit Internal masih dapat diminta untuk membantu penugasan investigasi dalam mengumpulkan informasi dan membuat rekomendasi untuk perbaikan pengendalian internal.

Referensi:

Practice Guide: Internal Auditing and Fraud, The IIA, December 2009; http://www.auditorinternal.com; Jurnal Auditor

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.